);

Kabar Baik Bagi Pecinta Layar Penuh Tanpa Notch di 2019

Salah satu yang menjadi trend smartphone di 2018 adalah adanya notch di bagian atas layar. Semenjak Apple menggunakan notch di layarnya, hampir semua pabrikan smartphone berlomba-lomba memunculkan smartphone dengan model layar dengan bagian tengah ada bagian yang kosong untuk kamera.

Bagi sebagian orang, notch bukanlah sesuatu yang enak dilihat. Saya sendiri termasuk yang demikian. Adanya notch pada layar menurut saya bukanlah kemajuan, malah kemunduran. Karena membuat desain jadi tidak simetris. Belum lagi jika kita adalah pengembang aplikasi atau game, tentu akan sangat tidak nyaman jika harus mendesain aplikasi atau game yang bisa menyesuaikan notch antar masing-masing pabrikan smartphone yang berbeda satu dengan yang lain.

Matinya Google Plus dan Kekalahan Google di Arena Social Media

RIP Google+

Setelah di tahun kemarin Path mengumumkan akan mengakhiri layanannya, di tahun ini giliran Google+ yang mengakhiri layanannya.

It is with deep regret to announce that Path service will be discontinued. It has been a long journey and we sincerely thank each one of you for your years of love and support Path.
Please visit here https://t.co/2MFh5A7C23 for more details. pic.twitter.com/rczKgx6ooW

— Path (@path) September 17, 2018

Sejak awal kemunculannya, Google+ memang tidak pernah jelas mau dikembangkan seperti apa. Seakan-akan Google+ hanya muncul sebagai pembuktian dari Google bahwa mereka juga bisa membuat social media. Dan itu tidak pernah cukup.