Pengembangan Diri

3 Alasan Kenapa Resolusi Tahun Baru Itu Tidak Terlalu Penting

2 Mins read

Masih melanjutkan apa yang saya tulis sebelumnya tentang resolusi tahun baru. Karena saya mempunyai keresahan yang lumayan banyak terkait dengan topik ini.

Saya sendiri sejujurnya bukan seorang yang rajin membuat resolusi tahun baru. Pernah di satu masa saya menganggap resolusi itu sebuah jawaban atas permasalah hidup. Sampai saya akhirnya tersadar, kalau resolusi itu bukan mantra. Yang bisa mengubah hidup kita menjadi lebih indah begitu saja.

Buat kalian yang masih membuat resolusi di tahun baru sampai sekarang, saya menghormati kalian sepenuhnya. Tulisan ini semata-mata saya buat karena keresahan dan pengalaman pribadi. Bukan untuk tujuan merendahkan atau semacamnya. Karena dalam hidup memang tidak ada rumus bakunya. Semua orang punya jalan sendiri-sendiri untuk menjalani hidupnya.

Dan buat kalian yang merasa resolusi yang kalian buat setiap tahun tidak ada efeknya, bisa jadi yang salah bukan resolusinya. Tapi bagaimana cara pandang kalian terhadap resolusi itu sendiri. Dan kalau kalian merasa tidak perlu untuk membuat resolusi, berikut ini beberapa alasan yang mungkin bisa menguatkan pilihan kalian.

Resolusi Bukan Solusi

Dengan membuat daftar hal-hal yang ingin kita capai, tidak serta merta membuat kita akan selalu sadar dan ingat untuk melakukan hal-hal yang penting dalam hidup kita. Karena bisa jadi, yang kita inginkan dan kita tuliskan malah bukan-bukan hal yang terlalu penting sebenarnya dalam hidup kita.

Maka dari itu, yang paling penting sebenarnya bukan resolusi. Tapi menyadari tujuan hidup. Karena jika kita sudah menyadari tujuan dan misi hidup kita, kita akan lebih mudah untuk fokus mengejar tujuan tersebut.

Seperti yang saya pelajari dari seorang Maya Stolastika. Seorang petani muda yang mengorbankan gelar Sarjana Sastra Inggrisnya demi memenuhi tujuan hidupnya untuk bermanfaat secara langsung bagi sesama. Yang kemudian diwujudkannya melalui praktek pertanian organik yang ditekuninya mulai 2008 sampai sekarang.

Fokus pada solusi, jangan terlalu terpaku pada resolusi. Karena bisa jadi, ada beberapa solusi hidup kita yang tidak pernah kita pikirkan dan kita masukkan dalam daftar resolusi. Selalu siapkan diri. Karena kesadaran bisa datang kapan saja. Bahkan di waktu-waktu yang tidak pernah kita sangka-sangka.

Masih Banyak Stok Resolusi Dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Dari sekian banyak orang yang mempunyai resolusi tahun baru, saya yakin yang benar-benar sukses memenuhi resolusinya tiap tahun mungkin hanya sekitar 20% saja. Atau bahkan kurang dari itu. Sisanya, termasuk saya, berkutat dengan resolusi yang sama dari tahun ke tahun. Tidak pernah beranjak dari target-target lama yang sudah semestinya dipenuhi di tahun-tahun sebelumnya.

Maka dari itu, daripada terus membuat resolusi di tahun baru, mending fokus menyelesaikan beberapa target di tahun-tahun sebelumnya yang sudah setengah jalan misalnya. Karena menyelesaikan salah satu target itu bisa menjadi penyemangat untuk menyelesaikan target-target yang lainnya.

Momentum Itu Bisa Datang Kapan Saja

Tahun baru bukan merupakan waktu yang selalu tepat untuk membuat rencana baru. Karena seperti yang sudah saya singgung di atas, bisa jadi di awal tahun ini masih ada rencana atau target dari tahun sebelumnya yang sudah setengah jalan. Dan menunggu untuk dituntaskan.

Selain itu, momentum sangat bisa datang kapan saja. Maka dari itu, selalu siapkan diri untuk menyambut momentum yang tidak tentu datangnya. Atau jika memang memungkinkan, bangun sendiri momentumnya.

Karena semua perubahan itu butuh momentum yang tepat agar bisa berkelanjutan. Layaknya mengayuh sepeda. Memulai mengayuh sepeda ketika jalanan sedang menanjak itu sangat melelahkan. Sebaliknya, mengayuh sepeda ketika jalan sedang menurun itu sangat ringan.

Maka dari itu, selalu siapkan diri agar kita bisa menemukan momentum yang tepat, agar kita bisa memulai perjalanan dengan lebih ringan. Sehingga kita terus bisa mengayuh sampai ke tujuan. Dan tidak sampai kehabisan energi di tengah perjalanan.

102 posts

About author
Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.
Articles

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: