BisnisDunia Kerja

3 Jenis Konsumen yang Wajib Diketahui

3 Mins read

Beberapa waktu yang lalu, linimasa Twitter saya sempat ramai oleh Angga Sasongko yang berniat untuk mengusut dan melaporkan semua pembajak karya terbarunya, Story of Kale, yang menjadi salah satu karya unggulannya di platform streaming film lokal miliknya, BioskopOnline.com.

Dan setelah Angga Sasongko ramai membahas pembajakan karyanya tersebut, saya menonton sebuah video yang menarik dari Pandji Pragiwaksono. Dalam videonya, Pandji mengemukakan banyak sekali hal yang menarik. Salah satu yang menarik adalah mengenai 3 macam konsumen.

Bagi orang yang menggeluti dunia kreatif seperti halnya pembuatan konten, penulisan, videografi, dan semacamnya, mengenali 3 macam jenis konsumen merupakan hal yang sangat penting. Karena dengan begitu, kita jadi punya bermacam-macam pendekatan dan strategi untuk melakukan pemasaran produk.

Konsumen yang Fokusnya Harga

Jenis konsumen yang pertama adalah konsumen yang fokusnya ada pada harga. Jadi, mau apapun produk yang kita jual, akan selalu orang yang lebih peduli pada harganya daripada pada produknya sendiri.

Dan dalam sejarah panjang pembajakan, konsumen yang fokusnya harga inilah yang menjadi pangsa pasar produk bajakan. Karena tidak mampu membeli produk asli, maka produk bajakan yang jadi incaran. Kalau tidak percaya, silakan lihat Adobe atau Microsoft. Kebanyakan orang yang memakai Windows bajakan atau Photoshop bajakan penyebab utamanya adalah karena bisa mendapatkannya secara gratis.

Lalu bagaimana solusinya mengatasi konsumen yang sukanya gratisan ini? kalau kata Pandji salah satunya adalah menyediakan kolam untuk menampungnya. Maka dari itu, Pandji mengupload sebagian besar materi stand up comedy-nya secara gratis di Youtube dan Spotify. Karena jika sudah begitu, Pandji akan bisa dengan mudah berkomunikasi dengan mereka. Dan jika sewaktu-waktu kondisi ekonomi mereka meningkat dan mereka beranjak dari konsumen yang fokusnya cuma harga, Pandji bisa dengan mudah mengarahkan mereka untuk membeli produk dari Pandji.

Persis seperti yang dilakukan Microsoft. Salah satu alasan kenapa Bill Gates membiarkan Windows dan Microsoft Office dibajak adalah agar orang-orang terbiasa menggunakannya. Sehingga top of mind mereka terhadap produk sistem operasi dan aplikasi kantoran jatuh pada Windows dan Microsoft Office. Dengan begitu, ketika para pembajak ini ekonomi dan pendidikannya meningkat lalu mampu beli, mereka akan beli Windows dan Microsoft Office asli. Karena memang sudah familiar dengan itu.

Konsumen yang Fokusnya Nilai

Jenis konsumen kedua adalah konsumen yang fokusnya ada pada nilai. Konsumen yang termasuk jenis ini adalah mereka yang selalu menimbang-nimbang antara harga dan benefit yang didapatkan. Kalau saya sendiri, biasanya menjadi konsumen jenis ini ketika sedang berada di minimarket. Karena di minimarkett ada banyak jenis produk dengan berbagai harga dan ukuran, maka insting untuk menemukan produk dengan nilai paling bagus muncul. Agar bisa hemat dan bisa menyisihkan uang lebih banyak buat jajan anak seperti halnya susu, es krim, atau kinderjoy.

Selain di minimarket, konsumen jenis ini banyak nongkrong di marketplace seperti halnya Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak. Apalagi jika mendekati tanggal cantik semacam 11-11, 12-12. Malah lebih banyak lagi yang nongkrong. Karena konsumen yang jenis ini, secara umum tidak fanatik pada merk, tapi pada nilai yang diberikan.

Jadi, kalau mau memenangkan konsumen jenis ini, kuncinya ada pada memperbanyak bonus atau diskon secara berkala.

Konsumen yang Fokusnya Produk

Konsumen jenis ini adalah konsumen yang diharapkan oleh semua produsen. Karena konsumen jenis ini merupakan jenis konsumen yang sudah tidak lagi melihat atau nilai, tapi sudah percaya sepenuhnya pada kualitas produk dan pengalaman penggunaan. Sehingga mau ada produk sejenis dengan harga lebih murah pun mereka tidak akan bergeming.

Kalau mau lihat konsumen jenis ini, silakan datang ke gerai produk olahraga atau produk elektronik. Karena biasanya masing-masing produk punya penggemar setianya. Entah itu Nike, Adidas, iPhone, Samsung, Xiaomi. Akan selalu ada orang yang fanatik pada merk-merk tertentu. Mereka inilah yang disebut product-oriented customer. Jadi, mereka tidak peduli lagi soal harga atau nilai.

Kunci untuk memenangkan konsumen jenis ini adalah dengan konsistensi. Sejak awal iPhone berfokus pada kualitas dan pengalamaan penggunaan (ekosistem) yang selalu baik. Makanya, hampir semua pengguna iPhone itu setia. Bahkan di saat secara teknologi iPhone sudah tertinggal dari beberapa produk smartphone Android seperti halnya Samsung atau Huawei. Karena meskipun secara teknologi Samsung atau Huawei lebih baik, tapi tetap saja, mereka bukan iPhone.


Buat kalian yang penasaran, berikut ini adalah video mengenai 3 jenis konsumen yang saya maksud:

Itu tadi sekilas mengenai 3 jenis konsumen yang saya pelajari dari Pandji. Jika kalian merasa tulisan ini bermanfaat, bagikan kepada orang-orang terdekat kalian. Atau jika kalian merasa kurang, masih ada banyak tulisan lain untuk topik sejenis ini di sini.

Terima kasih sudah berkunjung. Sampai jumpa di tulisan-tulisan saya berikutnya.

107 posts

About author
Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.
Articles

Leave a Reply

%d bloggers like this: