4 Alasan Mengapa Resolusi Tahun Baru Sering Gagal

Salah satu hal yang paling umum dilakukan oleh orang-orang di tahun baru adalah membuat resolusi. Meskipun pada akhirnya tidak sedikit resolusi-resolusi tersebut yang berlalu begitu saja. Tanpa pernah ditunaikan dan digapai. Layaknya resolusi di tahun-tahun sebelumnya.

Ada banyak sekali faktor penentu kenapa resolusi tahun baru sering gagal. Dan menurut pengalaman saya pribadi, berikut ini adalah beberapa di antara penyebabnya:

1. Target yang Terlalu Abstrak

Banyak sekali orang yang menuliskan resolusi tahun barunya secara abstrak. Tidak jarang kita menemukan orang-orang yang menulis resolusi tahun baru seperti ini:

  • Punya rumah
  • Punya mobil
  • Jalan-jalan ke luar negeri
  • Lulus kuliah
  • Menikah
  • Kuliah di Luar Negeri
  • Menjadi selebgram
  • Menjadi youtuber

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan menuliskan resolusi seperti itu. Tapi percayalah, resolusi-resolusi semacam itu akan susah dicapai. Karena terlalu abstrak. Ibarat visi misi, sebagian besar kegagalan resolusi tahun baru itu karena kita hanya berhenti pada visi, tanpa ada misi yang jelas.

Pentingnya Rencana yang Lebih Spesifik dan Terukur

Kalau kalian tidak ingin resolusi kalian di tahun ini mengalami kegagalan sebagaimana resolusi di tahun-tahun sebelumnya, pastikan kalian mempunyai rencana yang jelas. Jelas dalam artian adanya kegiatan yang dilakukan secara bertahap, dan juga mempunyai batasan waktu yang terukur.

Gampangnya begini, jangan hanya berhenti di “menjadi youtuber”. Tapi pastikan kalian juga punya rencana “membuat video tentang topik A di minggu pertama bulan Januari 2020”, “membuat video tentang topik B di minggu ketiga bulan Januari 2021”, dst.

Karena tanpa adanya rencana, tujuan tidak lain hanyalah angan-angan saja.

2. Hanya Mengikuti Tren

Resolusi Tahun Baru 2020
Credits to Meme Generator

Alasan kedua kenapa resolusi tahun baru mengalami kegagalan adalah karena seringkali kita membuat resolusi di waktu yang kurang tepat dan dengan alasan yang kurang tepat. Hanya karena semua orang punya target di tahun baru, bukan berarti kamu juga harus punya target di tahun baru.

Karena bisa jadi saat ini kamu masih punya target-target lama yang memang harus dipenuhi. Sehingga kamu merasa belum terlalu butuh untuk membuat target baru. Atau bisa juga saat ini kondisi kamu memang sudah cukup nyaman sehingga tidak ada yang perlu diubah secara signifikan.

Bukan Karena Harus, Tapi Hanya Karena Ingin

Ada perbedaan psikologis antara melakukan sesuatu karena memang harus dilakukan dengan hanya melakukan sesuatu hanya karena ingin. Kalau resolusi kita sebagian besar hanya karena keinginan, besar kemungkinan kita akan gagal. Karena kita merasa tidak punya kewajiban untuk memenuhinya.

Tentu beda keinginan untuk mendapatkan uang antara orang yang ‘cuma’ ingin liburan dengan orang yang mempunyai hutang begitu besar kemudian dihadapkan pada kondisi di mana semua hutangnya harus dibayar di tahun ini.

Maka dari itu, jangan berhenti dengan menuliskan hal-hal yang ingin kalian capai. Tapi tuliskan juga hal-hal yang memang harus kalian lakukan agar impian kalian bisa tercapai.

3. Kurangnya Kesabaran

Resolusi Baru 2020
Credit to Meme Generator

Kesabaran adalah salah satu faktor paling menentukan dalam sukses tidaknya sebuah resolusi. Lebih-lebih jika resolusi yang kita tulis sebagian besar di antaranya merupakan resolusi jangka panjang.

Kayak resolusi berhenti merokok misalnya. Bagi para perokok berat yang bisa menghabiskan 1 bungkus rokok misalnya, tentu caranya bukan dengan langsung tidak merokok sama sekali. Karena saya pastikan kalian tidak akan kuat.

Perubahan yang baik itu dilakukan secara bertahap. Mengubah kebiasaan itu layaknya pindah rumah. Sebelum kita bisa benar-benar pindah rumah, kita harus membangun sedikit demi sedikit dulu rumah yang baru. Mulai dari pondasi, tiang pancang, tembok, atap, lantai. Baru setelah rumah kita yang baru jadi kita bisa pindah.

Mulai dari yang sederhana, dan yang terpenting jaga konsistensi.

4. Minimnya Apresiasi

Apresiasi merupakan salah satu faktor pendukung dalam mencapai resolusi dan mencapai tujuan hidup. Karena resolusi itu layaknya sebuah perjalanan panjang. Kalau tangki bahan bakar kita tidak sering kita isi, besar kemungkinan kita akan berhenti di tengah jalan. Di situlah pentingnya apresiasi. Sebagai bahan bakar tambahan untuk melanjutkan perjalanan.

Ada banyak sekali cara untuk memberikan apresiasi. Salah satu yang paling umum adalah pujian. Tapi itu hanya berlaku jika apresiasinya dari orang lain.

Sementara kalau apresiasi dari diri sendiri, yang paling umum biasanya adalah dengan melakukan hobi. Bisa olahraga, jalan-jalan, kulineran, main game, nonton, apapun itu yang bisa membuat kita kembali rileks lagi dan siap untuk melanjutkan perjalanan.

Buat kalian yang susah memberikan apresiasi kepada diri sendiri, tidak ada salahnya untuk mencari partner seperjalanan. Carilah teman yang bisa terus saling menopang dan menyemangati di sepanjang perjalanan. Karena tidak semua orang bisa menikmati perjalanan seorang diri. Dan tidak semua orang cukup kuat untuk melakukan perjalanan sendirian.

Demikian 4 alasan mengapa resolusi tahun baru sering gagal tercapai versi saya. Semoga ada manfaatnya.

Credit to Meme Generator

Ahsan

Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.

Leave a Reply

Back to top
%d bloggers like this: