KuliahProfil Jurusan

5 Fakta Penting Tentang Teknik Informatika

5 Mins read

Jauh sebelum ini, saya sudah pernah membuat ulasan tentang jurusan Teknik Informatika. Sudah bukan rahasia lagi kalau Teknik Informatika merupakan salah satu jurusan paling banyak diminati di Indonesia. Sejak awal 2000-an sampai sekarang, jurusan Teknik Informatika beserta saudaranya (Ilmu Komputer, Sistem Informasi) selalu masuk di dalam daftar jurusan paling diminati di banyak kampus.

Namun meskipun banyak diminati, faktanya tidak semua orang benar-benar tahu mengenai Teknik Informatika. Banyak di antara para peminat jurusan Teknik Informatika pada dasarnya hanya sekadar mengikuti arus saja. Ketika ditanya alasannya kenapa ingin masuk Teknik Informatika, biasanya jawabnya tidak tahu. Orang-orang seperti ini yang membuat saya khawatir. Karena dalam sejarahnya, jurusan Teknik Informatika merupakan salah satu jurusan yang paling banyak membuat orang patah hati. Karena apa yang dipelajari di perkuliahan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan.

Buat kalian yang berminat masuk Teknik Informatika, pastikan kalian membaca secara seksama 5 fakta mengenai jurusan Teknik Informatika berikut ini.

1. Tidak Ada Materi Desain di Teknik Informatika

Jangan Berharap Bisa Belajar Desain di Informatika
Photo by Tranmautritam from Pexels

Salah satu kesalahan paling umum para calon mahasiswa Teknik Informatika adalah mengira di jurusan Teknik Informatika bakal diajari cara menggunakan Photoshop, Corel, Illustrator, After Effect, dan semacamnya. Buat kalian yang masih mengira di Teknik Informatika bakal diajari materi semacam itu, sebaiknya kalian segara tobat. Agar kalian tidak menjadi korban jurusan Teknik Informatika yang selanjutnya. Karena sudah ada banyak sekali orang yang pada akhirnya merasa salah jurusan karena mengira bakal diajari multimedia di Teknik Informatika.

Buat kalian yang berminat untuk belajar desain dan multimedia, beberapa jurusan yang tepat adalah jurusan Desain Komunikasi Visual, Animasi, Multimedia, dan juga Ilmu Komunikasi dengan mengambil fokus di bidang komunikasi visual.

2. Teknik Informatika itu Bukan Jurusan Terbaik

Teknik Informatika Bukan Jurusan Terbaik
Photo by Pixabay from Pexels

Teknik Informatika itu bukan jurusan terbaik, begitupun dengan jurusan Kedokteran. Karena faktanya memang tidak ada yang namanya jurusan terbaik. Karena masing-masing orang punya minat, bakat, dan cita-cita yang berbeda. Jadi tentu tidak mungkin satu jurusan cocok untuk semua minat dan cita-cita. Maka dari itu, istilah “jurusan terbaik” itu sebaiknya mulai ditinggalkan. Karena istilah ‘terbaik’ itu secara tidak langsung akan membuat orang untuk terobsesi masuk ke jurusan tersebut. Padahal sebenarnya minat dan tujuan hidupnya bukan di sana.

Kalau ukurannya memang nilai rata-rata peminatnya yang tinggi, sebut saja nilai rata-rata peminatnya tinggi. Tidak usah pakai embel-embel ‘terbaik’. Karena tidak ada jurusan yang cocok (baik) buat semua orang. Bagi yang minatnya mengajar anak kecil tentu jurusan PGSD lebih baik daripada jurusan Teknik Informatika. Pun bagi yang minatnya menjadi petani organik seperti Mbak Maya Stolastika misalnya, tentu akan lebih memilih jurusan Pertanian daripada Teknik Informatika.

Jadi pesan saya, kenali minat, bakat, dan tujuan hidup sebelum memilih jurusan. Agar tidak mudah termakan oleh jargon-jargon yang cukup menyesatkan.

Baca Juga  Daya Tampung dan Peluang Masuk SNMPTN Universitas Trunojoyo

3. Materi Kuliahnya Bisa Dipelajari Secara Otodidak

Fakta Teknik Informatika: Materinya Bisa Dipelajari Secara Otodidak
Photo by Julia M Cameron from Pexels

Fakta selanjutnya tentang Teknik Informatika adalah hampir semua materi di Teknik Informatika itu bisa ditemukan di internet. Makanya jangan kaget kalau di dunia IT, ijazah tidak terlalu dijadikan tolok ukur. Karena orang IT pun sadar bahwa yang lebih penting daripada selembar ijazah adalah pengalaman. Dan karena ini pula, hampir semua perusahaan IT di dunia itu melakukan tes bagi para calon karyawannya.

Jadi buat kalian yang memang benar-benar berminat untuk berkarya di dunia IT, jangan pernah patah semangat kalaupun seandainya tidak diterima di jurusan Teknik Informatika. Karena ada banyak sekali kelas online gratis dari kampus-kampus top di dunia yang bisa kalian jadikan acuan untuk belajar secara otodidak. Belum lagi ada banyak sekali tutorial di internet. Baik itu yang berupa teks maupun berupa video.

Dan karena belajar otodidak tanpa ada kurikulum yang jelas itu seringkali membuat kita kehilangan arah, sebelum kalian belajar otodidak pastikan kalian sudah membaca silabus dan kurikulum dari kampus-kampus terkemuka. Agar kalian bisa punya gambaran apa saja yang harus dipelajari beserta urutan belajarnya.

Dan yang tidak kalah penting buat kalian yang belajar programming secara otodidak, pastikan kalian punya portofolio. Biasakan untuk mendokumentasikan apa yang sudah kalian pelajari dan buat. Bisa di Github, Gitlab, blog, atau apapun yang bisa menjadi bukti kalau kalian memang punya jam terbang tinggi. Kalau memungkinkan, biasakan untuk mendokumentasikan dalam bahasa Inggris. Karena dengan begitu, peluang untuk diajak kolaborasi maupun direkrut perusahaan internasional semakin tinggi. Intinya, selama kalian punya akun Github yang mengesankan, perusahaan tidak akan lagi menanyakan mana ijazah kalian.

4. Gaji Lulusannya Tidak Selalu Tinggi

Lulusan Informatika Tidak Selalu Bergaji Tinggi
Photo by Pixabay from Pexels

Kalau kalian berpikir lulusan Teknik Informatika itu gajinya selalu jauh di atas UMR, mulai sekarang buang jauh-jauh gambaran itu. Agar kalian tidak terlalu kecewa nantinya. Faktanya, masih banyak lulusan Teknik Informatika yang gajinya mepet UMR, bahkan kurang dari UMR.

Kenapa bisa seperti itu?

Karena seringkali IT di Indonesia itu cuma menjadi support system, bukan menjadi core business. Inilah alasan kenapa banyak lulusan Teknik Informatika yang berminat bekerja di perusahaan start-up. Karena di perusahaan-perusahaan start-up, IT yang menjadi core business. Sehingga orang-orang IT dihargai cukup tinggi karena masa depan perusahaan ada di tangan mereka.

Intinya, masalah gaji itu relatif. Tergantung seberapa besar peran dan dampak kita di perusahaan. Selain juga bergantung UMR setempat. Makanya jangan kaget kalau setelah kerja lulusan Sistem Informasi kadang lebih ‘beruntung’ daripada lulusan Teknik Informatika. Karena lulusan Sistem Informasi dibekali dengan materi manajemen yang memadai di perkuliahan sehingga tidak jarang ketika lulus menempati posisi manajerial. Sementara lulusan Teknik Informatika karena sebagian besar materi kuliahnya merupakan hard skill, mau tidak mau harus menempati posisi staf.

Makanya buat kalian yang sedang kuliah di Teknik Informatika, pastikan kalian punya modal pengalaman organisasi yang signifikan sebelum lulus. Dengan begitu, kalian punya daya tawar untuk tidak hanya menjadi staf, tapi juga menduduki posisi manajerial yang biasanya dimulai dari jenjang MT (Management Trainee). Kecuali kalau kalian memang mau kerja freelance atau bikin perusahaan sendiri. Bebas mau ikut organisasi atau tidak selama kuliah. Tapi sebaiknya sih ikut, minimal biar punya pengalaman bagaimana cara berkomunikasi, berkoordinasi, dan mengelola konflik.

Baca Juga  Jurusan Teknik Informatika

5. Kuliah di Teknik Informatika Tidak Butuh Laptop Spek Sultan

Mahasiswa Informatika Tidak Harus Punya Laptop Mahal
Photo by Startup Stock Photos from Pexels

Fakta lain yang tidak kalah penting tentang Teknik Informatika itu mahasiswanya tidak harus punya laptop high-end. Untuk bisa kuliah di Teknik Informatika, tidak harus punya laptop yang paling bagus. Laptop low-end dengan kisaran harga 4-5 juta saja sudah bisa digunakan untuk kuliah di Teknik Informatika. Yang paling penting untuk diperhatikan ketika hendak membeli laptop untuk kuliah di Teknik Informatika adalah processor dan RAM. Idealnya, laptop untuk kuliah di Teknik Informatika itu minimal processor Intel core i3 atau AMD A9 dan RAM 8GB. Tapi seandainya kalian tidak bisa membeli laptop dengan spek seperti itu pun tidak masalah.

Karena biasanya tugas kuliah di jurusan Teknik Informatika itu tidak jauh-jauh dari bikin program (ngoding) dan bikin laporan. Jadi secara umum, laptop low-end pun sangat bisa untuk dipakai di Teknik Informatika. Sementara laptop dengan spek tinggi hanya dibutuhkan di semester akhir. Karena biasanya skripsi atau tugas akhir di jurusan Teknik Informatika membutuhkan daya komputasi komputer yang lumayan. Tapi seandainya kalian tidak mampu beli pun tidak jadi masalah, karena umumnya di Teknik Informatika ada banyak sekali laboratorium yang bisa dipinjam pakai selama 1 semester komputernya. Lebih-lebih di kampus negeri dan di kampus swasta ternama.

Jadi jangan pernah takut masalah biaya kalau memang berminat kuliah di Teknik Informatika. Karena secara modal, praktis modal kuliah di Teknik Informatika itu hanya laptop saja. Tidak seperti jurusan Desain Produk atau Arsitektur yang kadang tugasnya bisa bikin miskin mendadak sebagai anak kos.

Itu tadi 5 fakta mengenai jurusan Teknik Informatika yang tidak banyak dibicarakan oleh orang-orang. Semoga bisa bermanfaat dan memberikan gambaran buat kalian yang masih bingung memilih jurusan.

101 posts

About author
Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.
Articles

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: