KuliahPengembangan Diri

7+ Penyesalan Mahasiswa Selama Kuliah

5 Mins read

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat browsing di berbagai macam website untuk mencari info mengenai penyesalan para mahasiswa selama kuliah. Ternyata penyesalan mahasiswa itu ada banyak sekali. Dan seringkali datangnya terlambat untuk disadari. Maka dari itu, buat kalian yang masih akan atau sedang jadi mahasiswa, ada baiknya kalian belajar dari kesalahan para mahasiswa sebelumnya. Agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Dari sekian banyak penyesalan mahasiswa selama kuliah, berikut ini adalah 10 di antaranya:

1. Asal Pilih Jurusan

Memilih jurusan adalah salah satu momen paling penting bagi mahasiswa. Karena salah memilih jurusan berarti harus mendalami materi yang tidak benar-benar kita sukai. Yang akhirnya menjadikan kita menjalani kuliah dengan setengah hati. Dan menghabiskan waktu 4 tahun untuk menjalani rutinitas seperti itu bukanlah sebuah ide yang bagus. Karena 4 tahun itu waktu yang sangat cukup untuk mengembangkan skill untuk persiapan melangkah menuju dunia kerja.

2. Tidak Belajar dengan Sungguh-Sungguh

Ini merupakan penyesalan banyak sekali mahasiswa. Banyak sekali mahasiswa yang menyesal karena tidak belajar dengan sungguh-sungguh ketika kuliah. Padahal secara kemampuan sebenarnya sangat mampu. Tapi karena kurang fokus dan terlalu disibukkan oleh hal lain, akhirnya belajar yang seharusnya menjadi fokus utama malah terabaikan. Sehingga ketika waktunya ujian, muncullah perasaan menyesal karena merasa belum siap. Dan hasilnya, nilai kuliah pun jadi kurang memuaskan.

Belum lagi ketika sudah waktunya masuk di dunia kerja, penyesalan itu akan kembali muncul karena ternyata ada banyak sekali materi di perkuliahan yang berguna di dunia kerja. Maka dari itu, selalu jaga fokus. Karena jika tidak, waktu 4 tahun akan berlalu begitu saja tanpa membawa dampak apapun bagi masa depan kalian.

3. Tidak Memanfaatkan Fasilitas Kampus

Disadari atau tidak, ada banyak sekali fasilitas dari kampus yang diberikan dengan gratis yang tidak benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa. Mulai dari wifi, lab, perpustakaan, berbagai macam UKM, serta pusat bahasa. Salah satu yang kadang sering diabaikan adalah perpustakaan dan pusat bahasa. Khusus yang terakhir itu, tidak jarang kampus memberikan layanan kursus bahasa secara gratis bagi para mahasiswanya yang ingin meningkatkan kemampuan bahasanya.

4. Tidak Mengasah Kemampuan Bahasa Asing

Masih terkait dengan poin sebelumnya, kemampuan berbahasa asing merupakan salah satu skill yang wajib dimiliki oleh para sarjana. Karena jika kita hanya mengandalkan kemampuan berbahasa Indonesia saja, sudah ada jutaan mahasiswa yang punya kemampuan yang sama. Tapi jika kalian mampu berkomunikasi dengan lancar menggunakan bahasa Inggris, akan ada nilai lebih yang kalian miliki. Dan itu merupakan salah satu faktor pembeda. Baik ketika mencari beasiswa maupun mencari kerja.

Kalau masa perkuliahan sudah terlalu padat, kursus bahasa Inggris di Pare selama masa liburan bisa jadi solusi. Yang jelas, kemampuan berbahasa Inggris itu sangat amat penting di dunia kerja. Karena akan ada banyak kesempatan yang kalian dapatkan. Baik di dunia kerja maupun untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

5. Salah Memilih Teman atau Pasangan

Memilih teman adalah salah satu hal yang pasti akan dialami oleh semua mahasiswa. Karena meskipun biasanya di waktu ospek kita dipaksa untuk menghafal nama teman seangkatan satu per satu, pada akhirnya, kita akan memilih teman yang sefrekuensi dengan kita. Dan tidak jarang, masa kuliah merupakan masa di mana kita akan dipertemukan dengan pasangan hidup kita.

Tapi masalahnya, mencari teman dan pasangan itu tidak ada rumus pastinya. Kita sendiri yang bisa mengukur dan merasakan. Maka dari itu, kita harus benar-benar mampu evaluasi diri. Apakah pertemanan atau pasangan kita itu baik untuk kita. Ataukah sebaliknya. Karena tidak jarang, ada yang terpaksa berhenti kuliah karena hamil di luar nikah. Dan itu merupakan salah satu cara paling tidak elegan untuk berhenti kuliah.

6. Tidak Mengambil Kesempatan

Ada banyak sekali kesempatan yang hanya bisa diambil oleh mahasiswa. Mulai dari kesempatan beasiswa, kesempatan magang, kesempatan pertukaran pelajar, kesempatan mengikuti lomba, bahkan forum internasional. Dan banyak di antara aktivitas itu akan menjadi pembeda di antara kalian dengan para pelamar kerja lainnya. Karena salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan ketika melamar kerja adalah: “Selama di kampus kesibukannya apa saja?”.

7. Tidak Membangun Relasi

Relasi merupakan salah salah satu faktor yang penting untuk mengarungi kehidupan pasca kampus. Karena tidak jarang kita akan mendapatkan tawaran pekerjaan dari orang-orang yang kita kenal. Karena di banyak perusahaan ada proses close recruitment atau penunjukan langsung vendor. Dan seringkali dalam proses tersebut mereka akan menghubungi orang-orang yang mereka kenal.

Maka jangan kaget kalau di perusahaan tertentu ada dominasi lulusan kampus tertentu. Karena proses penerimaan karyawan baru itu tidak selalu bersifat open recruitment. Dan ketika open recruitment pun, tidak jarang pihak perusahaan akan lebih memilih orang-orang yang sudah mereka kenal etos kerjanya sejak di bangku perkuliahan. Maka dari itu, sebisa mungkin selama kuliah bangun relasi dengan banyak orang. Entah itu teman seangkatan, kakak angkatan, maupun teman lintas jurusan.

8. Tidak Kenal Dosen

Mengenal dosen itu salah satu faktor yang sangat penting dalam menjalani perkuliahan. Karena pada akhir masa kuliah nanti kita akan dihadapkan pada proses skripsi atau tugas akhir. Yang di dalamnya mengharuskan kita untuk mempunyai dosen pembimbing.

Salah satu cara paling efektif untuk mengenal dosen adalah dengan cara aktif di kelas atau dengan mendaftar jadi asisten dosen atau asisten praktikum. Karena dengan begitu, kita lebih sering berinteraksi langsung dengan dosen. Selain untuk skripsi, mengenal dosen juga membuka banyak kesempatan lain seperti halnya mendapatkan pekerjaan sampingan dari dosen.

Jadi, sejak di bangku kuliah pun kita sudah punya pengalaman kerja. Meskipun masih paruh waktu. Karena tidak jarang ada perusahaan yang mengharuskan fresh graduate untuk mempunyai pengalaman kerja. Selain itu, manfaat lain dari mengenal dosen itu ketika kita sudah lulus kuliah dan butuh surat rekomendasi dari dosen untuk persyaratan S2, maka dengan mudah kita akan mendapatkannya. Karena sudah lama berinteraksi dengan dosen tersebut.

9. Telat Memikirkan Judul Skripsi

Idealnya, sejak pertama kali masuk kuliah kita sudah harus mulai gambaran mengenai apa yang ingin kita capai selama di perkuliahan. Seperti halnya para pencari beasiswa ke luar negeri yang diharuskan membuat rencana studi. Seperti itulah seharusnya para mahasiswa memulai masa kuliahnya.

Karena tanpa rencana studi yang jelas, kita akan mudah untuk terpengaruh faktor-faktor eksternal. Baik itu teman maupun yang lainnya. Sementara di perkuliahan sendiri nantinya ada proses peminatan sejak semester 5. Jadi sejak semester 5 ke atas, akan ada banyak sekali mata kuliah pilihan sesuai bidang minat yang kita ambil. Maka dari itu, sebisa mungkin sebelum semester 5 kalian sudah punya gambaran akan membuat skripsi seperti apa, mau dibimbing oleh dosen siapa.

Karena 4 semester itu waktu yang lebih dari cukup untuk mengenal diri dan mengenal dosen. Kalau kalian merasa kesulitan dan tidak punya gambaran sama sekali, jangan ragu untuk mengakses website kampus. Karena biasanya di sana ada banyak sekali daftar skripsi dari tahun-tahun sebelumnya yang bisa kalian jadikan inspirasi atau referensi. Atau jika kampus kalian fasilitasnya kurang memadai, kalian bisa coba mengakses website kampus lain yang sudah menerapkan keterbukaan akses informasi.

10. Tidak Mengembangkan Softskill

Salah satu penyesalan banyak mahasiswa yang lain lagi adalah kurang mengembangkan softskill selama perkuliahan. Entah itu karena tidak pernah aktif organisasi sama sekali, ataupun tidak pernah mengikuti berbagai macam kegiatan dan perlombaan selama kuliah.

Yang jelas, ada banyak sekali cara untuk mengembangkan softskill di perkuliahan. Salah satu yang paling umum adalah aktif di organisasi. Baik itu organisasi internal kampus (himpunan, BEM, UKM) maupun organisasi eksternal kampus (komunitas hobi, organisasi sosial, organisasi mahasiswa ekstra kampus).

Selain berorganisasi, salah satu cara lain yang umum dilakukan adalah dengan mengikuti berbagai macam kompetisi. Karena dalam kompetisi mahasiswa biasanya kita diwajibkan untuk daftar sebagai tim. Dan itu merupakan salah satu kesempatan untuk belajar komunikasi, koordinasi, dan juga presentasi.


Belajar dari penyesalan mahasiswa di atas, pastikan kalian juga menghindari 5 kesalahan umum mahasiswa. Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

107 posts

About author
Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.
Articles

Leave a Reply

%d bloggers like this: