Adsense di Youtube dan di Blog, Lebih Bagus Mana?

Mendapatkan uang dari internet adalah harapan banyak orang. Apalagi di zaman yang serba tidak pasti seperti sekarang ini. Dua di antara cara yang banyak diambil oleh orang-orang yang ingin mendapatkan pendapatan dari internet adalah dengan menjadi Youtuber atau Blogger.

Pendapatan dari Youtube

Kalau memang tujuannya untuk mendapatkan uang secara cepat, kedua cara tersebut sebenarnya bukan jalan yang tepat. Karena baik blog maupun channel Youtube membutuhkan waktu untuk bisa berkembang. Kecuali kalau kita merupakan seorang public figure yang sudah punya basis penggemar. Karena membangun sesuatu dari nol itu tidak pernah mudah dan seringnya berdarah-darah.

Salah satu alasan kenapa banyak yang menjadikan blogger dan Youtuber sebagai ‘pelarian’ adalah iming-iming adanya Adsense. Yang sebenarnya juga tidak terlalu besar jika trafik yang kita punya sangat terbatas.

Untuk blog berbahasa Indonesia, setidaknya butuh lebih dari 10 ribu pengunjung per hari atau sekitar 300 ribu kunjungan per bulan untuk bisa dapat setidaknya 100$ setiap bulan. Sementara untuk Youtube, setidaknya harus punya 200.000 views. Dengan asumsi masing-masing views sekitar 2 menit. Atau dengan kata lain, butuh 400.000 menit waktu tonton untuk bisa tembus batas minimal gajian (100$) dari Adsense.

Sebagai seorang yang aktif membuat konten di blog dan Youtube, saya bisa pastikan bahwa Youtube itu lebih potensial dari segi monetisasi dengan Adsense. Berikut ini beberapa alasannya.

1. Kebanyakan orang lebih bisa menerima iklan di konten video daripada di blog

Diakui atau tidak, melihat iklan di blog itu cukup menganggu bagi kebanyakan orang. Makanya jangan kaget kalau pengunjung blog jarang mengeklik iklan yang ada blog. Belum lagi adanya iklan juga semakin mempelambat loading blog. Yang membuat pengunjung kadang tidak sabar dan lebih memilih untuk membuka website lain.

Dan karena ini pula saya memutuskan untuk mengurangi jumlah iklan yang tampil di blog. Selain karena memang hasilnya sangat tidak memuaskan, saya sendiri juga merasa kurang nyaman tiap kali melihat halaman blog saya terlalu banyak iklan. Dan sekarang saya lebih fokus monetisasi channel youtube daripada di blog.

Sementara blog ini akan menjadi tempat saya menuliskan uneg-uneg, review produk, serta sesekali ikut lomba blog ketika sedang ada minat. Selain juga sebagai sarana untuk mengarahkan pengunjung blog ini ke channel youtube untuk konten yang lebih lengkap.

2. Persyaratan Adsense Youtube Lebih Jelas dan Terukur

Buat yang pernah daftar adsense untuk blog pasti sangat paham kalau tidak ada parameter yang jelas untuk sebuah blog agar bisa diterima Adsense. Selain beberapa halaman wajib yang ada (about us, kebijakan privasi, kontak, disclaimer), tidak ada batasan resmi mengenai berapa trafik yang dimiliki, berapa jumlah postingan yang sudah ada, dan semacamnya agar bisa diterima adsense.

Sementara untuk Youtube parameternya lebih jelas, yakni subscriber lebih dari 1000 serta lebih dari 4.000 jam tayang selama satu tahun. Dengan begitu, kita jadi punya target dan rencana yang jelas untuk mencapai parameter tersebut. Sementara untuk blog karena parameternya sangat tidak jelas, akhirnya kita semacam diberi janji palsu. Apalagi buat yang trafik blognya masih di bawah 1000.

3. Bikin Channel Youtube itu Gratis

Satu-satunya cara bisa memonetisasi blog gratisan adalah dengan menggunakan blogspot. Yang notabene secara fungsional sudah tertinggal jauh daripada WordPress. Sementara jika kita menggunakan WordPress, mau tidak mau kita harus bayar sewa hosting dan domain agar bisa menampilkan iklan dari Adsense. Dan itu butuh biaya yang lumayan.

Kalau mau lebih hemat, sebenarnya bisa dengan custom domain blogspot. Jadi kita hanya cuma membayar biaya domain saja dalam satu tahun. Sementara hostingnya ikut blogspot. Tapi dengan begitu, kita jadi kurang bisa kustomisasi blog. Karena terbatasnya fitur yang dimiliki blogspot.

Di sisi lain, membuat channel Youtube itu gratis. Kita hanya perlu memikirkan ide dan eksekusi untuk videonya saja. Karena semua sistemnya sudah difasilitasi oleh Youtube. Apalagi dengan perkembangan kualitas kamera handphone yang selalu mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Yang memungkinkan membuat konten video menggunakan handphone sangat mungkin untuk dilakukan.

Atau jika memang kalian tidak suka untuk tampil di depan kamera seperti saya, ada banyak cara untuk membuat konten video. Apakah itu dengan membuat explainer video, animasi, panduan memasak, video tutorial, ataupun konten video lainnya yang tidak membutuhkan kita untuk tampil secara langsung di depan kamera.

4. Memasang Iklan di Youtube itu Sangat Mudah.

Sementara untuk blog kita harus mengatur tata letak, ukuran, dan jumlah iklan yang bisa tayang dalam satu halaman, di Youtube semuanya otomatis dilakukan secara otomatis oleh Youtube. Cukup dengan mengaktifkan fitur monetisasi, maka sistem Youtube akan secara otomatis memilih dan menempatkan jenis iklan yang paling sesuai dengan konten kita.

Dan tentu sangat membantu content creator yang seharusnya waktunya lebih banyak dihabiskan untuk membuat konten daripada untuk mengurusi tata letak iklan yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembuatan konten. Kemudahan inilah yang menjadikan Adsense di Youtube jauh lebih baik daripada Adsense di blog.

Meskipun sekarang Adsense juga sudah punya fitur auto-ads untuk adsense blog yang memungkinkan Adsense untuk memasang iklan secara otoamtis di blog kita. Tapi tetap hasilnya tidak akan semaksimal ketika mengatur secara manual posisi tata letak dan jumlah iklannya.

5. On Page SEO Saja Tidak Cukup

Diakui atau tidak, SEO merupakan faktor paling menentukan dalam perkembangan blog. Sementara buat kita yang masih awam, seringkali kita buta sama sekali mengenai SEO. Satu-satunya yang kita tahu hanya cara membuat tulisan. Padahal sebaik apapun tulisan kita, pada akhirnya tidak akan pernah ada yang membaca kalau tidak pernah ditemukan oleh calon pembacanya.

Di sinilah peran penting SEO. Untuk mempertemukan tulisan dengan pembacanya. Dan sayangnya, saat ini hampir semua perusahaan besar sudah memonopoli ini. Jadi mau apapun topik yang kita pilih, pada akhirnya sudah ada banyak perusahaan besar yang membuat konten seputar itu. Dan pada akhirnya, kita harus mengakui kalau sekuat apapun kita mencoba menulis setiap hari, tetap tidak akan mengalahkan perusahaan yang menggaji karayawannya untuk membuat konten blog agar bisa menarik calon konsumen.

Belum lagi jika mempertimbangkan faktor off-page SEO (link building). Karena blog yang baru dirintis pada akhirnya tidak akan banyak yang merujuk. Karena salah satu parameter untuk bisa tampil di halaman depan Google adalah DA (Domain Authority). Di mana salah satu parameternya adalah seberapa banyak blog/website lain yang mencantumkan link blog yang kita miliki.

Semakin banyak website ternama yang memasang link blog kita, maka semakin tinggi nilai DA blog kita. Dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena tidak ada yang namanya makan siang gratis. Semua pemiliki website/blog besar tahu itu. Makanya mereka memasang tarif yang tidak kecil untuk jasa off-page SEO ini.

Sementara mungkin itu dulu yang bisa saya ceritakan mengenai perbandingan Adsense di Youtube dengan Adsense di blog. Tulisan ini mungkin akan terus saya update seiring dengan jalannya waktu. Karena saya akan terus membuat konten di blog ini serta di Youtube channel kamuitubeda.

Saya sendiri sudah menonaktifkan Adsense di blog ini dan fokus monetisasi channel Youtube. Karena dengan berbagai macam pertimbangan, memasang Adsense di blog berbahasa Indonesia dengan jumlah trafik di bawah seribu per hari itu semacam memancing dengan tanpa kail. Susah buat dapat hasil.

Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.

Leave a Reply

Back To Top
%d bloggers like this: