Cara Mudah Implementasi AMP pada WordPress

AMP (Accelerated Mobile Pages) merupakan salah satu teknologi untuk mempercepat loading halaman web yang pertama kali diperkenalkan oleh Google pada 2016. Meskipun sudah cukup lama, sampai sekarang teknologi AMP masih belum sepenuhnya diadopsi oleh penyedia layanan blog. Salah satu yang belum sepenuhnya menerapkan teknologi AMP adalah WordPress. Maka dari itu diperlukan usaha lebih untuk bisa menggunakan AMP pada WordPress.

Dengan menggunakan teknologi AMP, diharapkan akan semakin banyak website dan blog berbasis WordPress yang bisa diakses dengan cepat. Khususnya melalui perangkat mobile. Karena pencarian melalui perangkat mobile sekarang sudah jauh melebihi pencarian menggunakan perangkat desktop.

Berdasarkan data dari Statista, di Amerika sendiri presentase pencarian melalui perangkat mobile mencapai lebih dari 69% dari total pencarian. Mengingat semakin banyaknya pencarian melalui perangkat mobile, ada baiknya kalau kita menyiapkan website kita agar bisa lebih mudah diakses melalui perangkat mobile. Khususnya dalam hal kecepatan.

Karena perangkat desktop dan mobile itu mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Website yang bisa diakses dengan cepat melalui perangkat desktop bisa jadi ketika diakses melalui perangkat mobile mengalami masalah. Maka dari itu, kita harus bisa memastikan bahwa website kita bisa diakses dengan mudah melalui perangkat mobile.

Pentingnya Kecepatan Web

Kecepatan akses web merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan bagi kita para blogger. Karena kecepatan akses web merupakan salah satu faktor dalam hasil pencarian Google. Selain itu, kecepatan akses web juga sangat berpengaruh terhadap bounce rate pengunjung. Meskipun web kita sebenarnya muncul paling atas di pencarian Google, kalau loadingnya lambat, bukan tidak mungkin orang akan beralih kepada web yang lain. Dan itu lambat laun akan mempengaruhi kualitas relevansi artikel kita pada hasil pencarian Google.

Apalagi Google sekarang juga menerapkan kebijakan mobile first untuk hasil pencariannya. Maka dari itu, memastikan blog kita bisa loading dengan cepat di perangkat mobile merupakan sebuah keniscayaan.

Perbedaan Blog Non-AMP dan AMP pada WordPress

Perbedaan paling mencolok dari blog yang menggunakan AMP dan non-AMP adalah kecepatan loadingnya di perangkat mobile. Meskipun bukan satu-satunya teknologi yang mempercepat loading web, AMP merupakan salah satu teknologi yang mudah diimplementasikan. Khususnya di web berbasis CMS seperti WordPress.

Berikut ini salah satu contoh paling nyata antara halaman yang menggunakan AMP dan yang tidak menggunakan AMP.

Bisa dilihat sendiri pada gambar di atas. Gambar di sebelah kiri merupakan hasil uji halaman blog kamuitubeda.com yang tidak menggunakan AMP. Sedangkan gambar sebelah kanan merupakan hasil uji blog kamuitubeda.com yang menggunakan AMP.

Secara umum, yang paling berbeda adalah masalah kecepatan akses. Dari yang sebelumnya cuma mendapatkan nilai 56, menjadi lebih dari 90. Selain kecepatan akses, yang mengalami peningkatan adalah best practices. Sementara Accebility dan SEO mengalami penurunan. Meskipun tidak terlalu siginifikan. Karena ketika saya lihat yang bermasalah adalah adanya gambar yang tidak muncul alt-nya untuk logo web di halaman yang menggunakan AMP. Dan itu yang menyebabkan nilai SEO-nya turun.

Cara Mudah Implementasi AMP pada WordPress

Buat kalian yang tertarik untuk menggunakan AMP pada WordPress, secara umum ada 2 cara yang bisa kalian coba. Yang pertama adalah menggunakan plugin AMP resmi yang dikembangkan oleh pengembang WordPress. Dan yang kedua adalah menggunakan plugin AMP for WP.

Menggunakan plugin AMP

Menggunakan plugin AMP merupakan opsi pertama yang bisa kalian coba untuk implementasi AMP pada WordPress. Untuk caranya sendiri cukup mudah, silakan ketikkan saja “AMP” pada kolom pencarian di dalam menu plugin. Maka akan muncul tampilan seperti berikut:

Install WordPress AMP

Setelah muncul tampilan di atas, silakan pilih plugin AMP dan klik tombol install.

Aktivasi WordPress AMP

Setelah sukses install plugin, silakan klik tombol activate untuk mengaktifkan plugin. Dan setelah itu plugin bisa dipakai dan dilakukan pengaturan. Untuk pengaturannya sendiri yang perlu diperhatikan adalah terkait website mode. Jika menggunakan plugin AMP, ada 3 mode yang bisa kita pilih. Standard, Transitional, dan Reader. Jika kalian merasa bahwa website kalian sudah sangat AMP-ready, kalian bisa memilih mode standard. Jika kalian masih ragu website kalian sudah AMP-ready, kalian bisa memilih mode transitional. Dan jika kalian merasa website kalian masih banyak kekurangan, kalian bisa memilih mode reader.

Pengaturan WordPress AMP

Setelah itu, silakan simpan pengaturan kalian dengan menekan tombol save di bagian bawah. Kemudian silakan kalian coba AMP pada website kalian dengan mengakses http://namawebkalian.com?amp.

AMP pada WordPress

Dan seperti yang bisa kalian lihat di atas, meskipun selesai melakukan pengaturan, biasanya situs kita tidak langsung otomatis tanpa masalah. Maka dari itu, kita harus memastikan satu per satu halaman yang kita miliki sampai akhirnya tidak ada lagi error di masing-masing halaman AMP kita. Caranya adalah dengan menekan tombol AMP di bagian atas, kemudian pilih Re-validate untuk melakukan perbaikan.

Error WordPress AMP

Seperti yang bisa kalian lihat di atas, seperti itulah tampilan halaman perbaikan error untuk AMP kita. Untuk setiap error yang muncul, kita bisa memilih untuk menerima atau menolaknya. Jika kita menerima (accept), maka halaman AMP akan ditampilkan. Dan jika kita menolak (rejected), maka AMP pada halaman tersebut akan dinonaktifkan.

Setelah selesai, silakan klik tombol update di bagian kanan. Dan selesai.

Kelebihan Plugin AMP

  1. Merupakan plugin resmi yang direkomendasikan oleh WordPress
  2. Kompatibel dengan semua jenis template

Kekurangan Plugin AMP

  1. Terlalu rumit untuk digunakan oleh pemula
  2. Kita harus sering melakukan pengecekan secara berkala terhadap halaman AMP kita
  3. Tidak tersedia template khusus untuk halaman AMP
  4. Ada banyak template yang belum didukung
  5. Ada banyak plugin yang belum didukung sehingga tidak jarang akan memunculkan error

Untuk kalian yang ingin membaca selengkapnya tentang plugin AMP silakan kunjungi websitenya di amp-wp.org.

Menggunakan Plugin AMP for WP

Cara kedua untuk implementasi AMp pada WordPress adalah dengan menggunakan plugin AMP for WP. Untuk menggunakan plugin AMP for WP, silakan ketikkan AMP atau AMP for WP pada kolom pencarian plugin di WordPress kalian.

AMP for WP

Setelah sukses melakukan instalasi, silakan klik activate untuk mengaktifkan plugin AMP for WP. Dan selanjutnya akan muncul halaman pengaturan awal. Setelah itu, silakan pilih sub menu “I’m A New User” dan klik tombol Run Installation Wizard untuk melakukan instalasi AMP.

Pengaturan AMP for WP

Langkah selanjutnya adalah silakan melakukan instalasi sesuai dengan data kalian miliki

Setelah selesai melakukan instalasi, maka akan muncul halaman pengaturan AMP secara umum untuk website kita. Secara umum, ada 3 menu yang disediakan oleh plugin AMP for WP. Setting, Design, dan Extension. Gunakan 3 menu tersebut sebaik-baiknya untuk melakukan pengaturan tampilan AMP pada blog kalian.

Dan setelah melakukan pengaturan, kalian bisa langsung melihat tampilan halaman blog kalian yang sudah menjadi AMP dengan menambahkan /amp di belakang link yang ingin kalian buka. Semudah itu cara untuk mengaktifkan AMP pada WordPress dengan menggunakan plugin AMP for WP.

Kelebihan Plugin AMP for WP

  1. Gratis
  2. Sangat mudah untuk digunakan. Cocok untuk pemula.
  3. Hampir jarang ada masalah. Halaman AMP bisa langsung aktif begitu kita selesai melakukan pengaturan.
  4. Ada 4 pilihan template halaman AMP gratis yang bisa digunakan.
  5. Ada banyak ekstensi.
  6. Bisa digunakan untuk menampilkan iklan yang AMP-ready.

Kekurangan Plugin AMP for WP

  1. Template gratisan yang disediakan terbatas
  2. Untuk bisa memaksimalkan semua fiturnya harus menggunakan yang versi pro (berbayar)

Dan untuk kalian yang ingin mencari tahu lebih lanjut seputar plugin AMP for WP, silakan kunjungi web resminya di ampforwp.com

Penutup

Setelah mencoba kedua plugin di atas, saya memutuskan untuk menggunakan plugin AMP for WP untuk mengaktifkan AMP pada blog saya. Karena berdasarkan pengalaman saya plugin AMP for WP langsung bisa mengaktifkan AMP di blog saya tanpa memunculkan error. Demikian sedikit ulasan saya mengenai cara implementasi AMP pada WordPress. Semoga bisa membantu kalian yang ingin membuat blog kalian menjadi AMP-ready.

Ahsan

Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.

2 thoughts on “Cara Mudah Implementasi AMP pada WordPress

Leave a Reply

Back to top
%d bloggers like this: