Mewaspadai Aplikasi Pengubah Wajah Menjadi Tua

Beberapa hari terakhir ini, internet banyak diramaikan oleh banyaknya orang-orang yang berbagi wajah tuanya di social media. Saya sendiri pertama kali tahu dari Twitter sekitar 2 hari yang lalu. Sampai akhirnya #agechallenge menjadi semakin viral dan menjadi sebuah fenomena global. Dan orang-orang semakin banyak yang menggunakan aplikasi untuk mengubah wajahnya menjadi tua.

Saya sebenarnya sudah tahu sejak lama tentang FaceApp. Tapi dulu FaceApp masih hanya ada di iOS sehingga saya tidak pernah mencobanya sampai akhirnya kemarin jadia viral lagi. Dan karena sekarang sudah ada versi androidnya, akhirnya langsung menginstall dan mencobanya. Secara umum, fiturnya tidak jauh berbeda dengan fitur pengubah wajah di Snapchat. Bedanya, di Snapchat yang banyak digunakan adalah filter pengubah wajah menjadi anak kecil. Sementara di FaceApp filter yang banyak digunakan adalah pengubah wajah menjadi tua.

Dan setelah viral beberapa hari terakhir ini, baru diketahui bahwa aplikasi FaceApp yang merupakan aplikasi pengubah wajah menjadi tua paling ngehits saat ini ternyata cukup mengkhawatirkan dari segi kebijakan privasi.

Aplikasi Mengubah Wajah Menjadi Tua

Buat yang belum tahu, ketika kita menggunakan FaceApp, maka secara tidak langsung kita membolehkan mereka untuk mengoleksi foto kita. Foto-foto tersebut kemungkinan akan dijadikan data training untuk peningkatan kualitas perubahan wajah. Atau kalau tidak, akan dijual kepada perusahaan iklan. Karena jika merujuk kepada salah satu artikel di Wired, FaceApp diketahui mengirim datanya kepada DoubleClick (perusahaan iklan miliki Google), kepada Facebook, dan juga kepada banyak perusahaan lainnya. Selengkapnya terkait kebijakan privasi FaceApp bisa dibaca di sini.

Maka dari itu, saran saya gunakan aplikasinya seperlunya saja. Menjadi eksis dan mengikuti tren itu menyenangkan. Tapi jangan sampai hanya karena ingin eksis kemudian keamanan yang dikorbankan. Karena kita sendiri tidak pernah tahu secara pasti apa yang FaceApp lakukan terhadap foto-foto yang sudah kita upload ke server mereka. Meskipun sudah dijelaskan di halaman privasi mereka tapi semuanya masih bersifat general.

Lalu apakah kita harus menguninstall FaceApp? kalau memang sudah merasa cukup ya silakan. Toh fungsionalitas aplikasinya juga cuma untuk mengubah wajah. Dan biasanya yang seperti ini musiman. Tidak selalu ramai seperti pengguna aplikasi social media. FaceApp memang perlu diwaspadai. Tapi yang jelas Facebook jauh lebih berbahaya. Percayalah, di zaman sekarang tidak ada yang namanya produk gratis. Jika sebuah produk itu gratis, maka sebenarnya data user adalah yang akan jadi bayarannya. Karena data adalah komoditas paling berharga di zaman big data seperti sekarang ini.

Selalu waspada terhadap aplikasi-aplikasi dan layanan gratis. Karena membuat layanan gratis adalah cara paling mudah untuk mengumpulkan data. Kita tidak perlu meminta. Dan orang akan sukarela memberikannya kepada kita. Apalagi jika layanannya merupakan layanan yang bersifat hiburan seperti FaceApp yang lagi booming dan semua social media. Kita perlu lebih khawatir lagi. Karena ada banyak sekali data yang kita bagikan di sana. Dan semua data tersebut akan di-mining untuk kepentingan perusahaan mereka.

Maka dari itu, jangan asal-asalan ikutan tren. Sayangi kemanan data kita. Karena kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang perusahaan-perusahaan lakukan kepada data yang mereka dapatkan dari kita. Jangankan perusahaan besar seperti penyedia layanan berbasis aplikasi, yang sederhana seperti counter pulsa saja perlu diwaspadai. Karena buktinya, meski sudah dilengkapi dengan validasi berbasis KTP, toh masih banyak juga yang bisa mengirim kita SMS untuk promosi. Dan itu sangat mengganggu sekali.

Mau eksis, silakan. Tapi jangan lupa, selalu waspada dengan semua layanan yang kita gunakan. Karena pengembang layanan gratis pun pada akhirnya juga masih butuh makan.

Ahsan

Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.

Leave a Reply

Back to top
%d bloggers like this: