Podcast Indonesia

Peluang dan Masa Depan Podcast di Indonesia

Salah satu manfaat internet adalah membuka peluang selebar-lebarnya buat semua orang untuk berkarya. Ada yang berkarya melalui tulisan untuk menjadi blogger, ada berkarya dengan konten visual untuk bisa jadi selebgram, ada yang berkarya dengan konten audio visual untuk menjadi youtuber.

Dan setahun belakangan ini, jagat internet di Indonesia mulai diramaikan oleh podcast. Sebuah konten alternatif berbasis audio di saat hampir semua media sosial berbasis teks dan visual.

Peluang Podcast
Photo by Pixabay from Pexels

Podcast Bukan Teknologi Baru

Secara teknologi, podcast bukan merupakan sebuah teknologi baru. Karena jauh sebelum ramai seperti sekarang, sudah ada beberapa media sosial yang khusus untuk konten audio seperti Soundcloud. Saya sendiri sudah sering mengakses SoundCloud sejak 2012.

Namun, dalam perkembangannya SoundCloud seringkali lebih banyak digunakan oleh orang-orang yang hobi cover lagu. Sehingga mau tidak mau ketika membicarakan SoundCloud maka yang terlintas dalam benak kita adalah cover lagu.

Padahal jika kita mau mencari, ada beberapa channel podcast berbahasa Indonesia di Soundcloud. Salah satu yang paling saya ingat adalah Podcast Awal Minggu-nya Adriano Qolbi yang pertama kali saya tahu dari Twitter. Podcast Awal Minggu bisa jadi merupakan salah satu pioner podcast di Indonesia. Karena sebelum ramai seperti sekarang, Adriano Qolbi sangat konsisten membuat konten untuk podcast-nya.

Di Indonesia sendiri saya kurang tahu sejak kapan pastinya podcast mulai ramai. Yang saya tahu, di tahun 2018 kemarin mulai banyak channel-channel podcast bermunculan di Indonesia.

Mulai dari channel podcast yang asal-asalan dan hanya bertahan dengan jumlah konten yang bisa dihitung dengan jari, sampai channel podcast yang digarap dengan sangat serius dan sekaligus dijadikan konten Youtube.

Banyaknya podcaster baru ini bisa jadi salah satunya adalah semakin menjamurnya aplikasi-aplikasi social media berbasis audio. Seperti Anchor.fm, Google Podcast, Spotify, dan semacamnya. Dari sekian banyak aplikasi untuk mendengarkan podcast, yang paling sering saya gunakan sejauh ini Google Podcast. Karena secara tampilan Google Podcast sangat mirip dengan tampilan aplikasi TED yang sudah sering saya pakai sebelum saya menggunakan Google Podcast.

Prospek Podcast
Photo by Pixabay from Pexels

Masa Depan Podcast di Indonesia

Meskipun perkembangannya sangat masif, sampai sekarang, saya belum terbayang akan seperti apa perkembangan podcast ke depan. Karena secara peluang monetize, konten audio itu lebih susah untuk dikomersialisasikan. Spotify yang begitu terkenal saja sampai saat ini masih terus merugi karena bisnis modelnya yang terlalu simpel dan kurang profitable.

Langkah yang diambil oleh podcaster di Indonesia saat ini adalah merekam podcast sekaligus video untuk kemudian dijadikan konten Youtube. Seperti yang dilakukan oleh podcast Babibu, podcast Awal Minggu-nya Adriano Qolbi yang sekarang gabung dengan MLI (Majelis Lucu Indonesia), dan podcast-nya Raditya Dika.

Tapi kalau memang tren podcast terus meningkat, bukan tidak mungkin podcast akan menjadi sebuah tren baru yang mungkin akan menggeser posisi radio. Seperti yang terjadi pada IG dan Youtube yang mulai menggeser dominasi TV sebagai platform audio visual.

Dan jika podcast berhasil menggeser posisi radio, bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan para pengiklan akan mulai memindahkan promosi mereka melalui podcast. Seperti yang sekarang banyak kita temukan di IG melalui berbagai macam program endorse berbayar.

Dan jika sudah demikian, maka jangan kaget jika kita akan menemukan banyak sekali channel podcast yang melakukan endorse melalui konten mereka seperti yang biasa dilakukan oleh para penyiar radio dengan adlibs-nya.

Sampai saat itu tiba, mari kita nikmati variasi konten dari podcast-podcast yang masih belum banyak iklannya.

Leave a Reply