Suka Duka Bekerja Secara Remote

Seperti yang sudah saya pernah ceritakan di salah satu tulisan saya, di awal tahun ini saya pindah tinggal ke Tuban. Ada banyak sekali yang berubah semenjak saya pindah tinggal ke Tuban. Salah satu perubahan terbesar yang saya rasakan di tahun ini adalah perihal pekerjaan.

Sebelum pindah Tuban, saya sempat menjalani kerja setiap hari di Surabaya ketika belum menikah. Sempat PP Mojokerto-Surabaya setiap hari setelah menikah. Lalu kemudian semakin berkurang seminggu hanya masuk 2 hari. Dan sekarang ketika saya pindah ke Tuban, saya kerja di rumah hampir setiap hari. Dalam sebulan saya datang ke kantor hanya 2 hari.

Tentu ada banyak sekali perbedaan antara bekerja di rumah sepenuhnya dengan bekerja di kantor. Yang paling terasa beda tentu adalah suasana tempat kerja. Di rumah saya belum punya ruang khusus untuk kerja. Sebagai gantinya, saya menggunakan salah satu sudut di ruang tengah rumah untuk saya gunakan sebagai tempat meja kerja saya.

Setelah hampir 1 tahun menjalani kerja remote dari rumah, berikut ini adalah beberapa suka duka bekerja remote dari seorang yang sudah berkeluarga dan punya anak balita.

Kelebihan Bekerja Secara Remote

Bekerja secara remote merupakan salah satu pilihan yang lazim ditemui di zaman internet seperti sekarang ini. Khususnya bagi pekerja kreatif seperti pekerja di bidang IT dan content creator. Menurut saya pribadi, berikut ini adalah beberapa kelebihan yang saya rasakan selama bekerja secara remote dari rumah.

Punya Waktu Lebih Banyak Bersama Keluarga

Salah satu kemewahan yang hanya dimiliki oleh pekerja remote adalah punya banyak waktu lebih bersama keluarga. Mulai dari pagi sampai malam, kita bisa standby di rumah bersama istri dan anak. Buat seorang ayah yang baru punya anak, tentu ini merupakan kenikmatan yang sangat luar biasa. Karena tidak semua Ayah mempunyai kesempatan untuk bisa menyaksikan dan menemani tumbuh kembang anak. Khususnya anak pertama.

Maka dari itu, buat kalian yang sekarang sedang SMA atau menempuh kuliah dan ingin mempunyai waktu lebih banyak di rumah, ada baiknya kalian mempertimbangkan bekerja di perusahaan IT atau perusahaan kreatif lainnya yang berbasis internet.

Tidak Macet-Macetan di Jalan

Kemacetan adalah salah satu hal yang paling tidak saya suka. Maka dari itu, saya tidak pernah membayangkan diri saya harus bermacet-macetan di jalan setiap hari. Selama 5 hari per minggu. Seumur hidup. Maka dari itu, saya berniat untuk bisa segera mandiri secara finansial secara secepatnya.

Dan sebelum sepenuhnya mandiri secara finansial, bisa bekerja secara remote adalah sebuah nikmat yang luar biasa besarnya bagi saya. Karena daripada waktunya dihabiskan di jalan, mending waktunya dihabiskan untuk melakukan tanggungan pekerjaan.

Lebih Hemat

Dengan tidak keluar rumah, kita jadi bisa lebih hemat. Setidak-tidaknya kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk beli bensin maupun makan siang. Anggaplah tiap hari kita menghabiskan 10 ribu untuk bensin dan 15 ribu untuk makan siang, maka dalam sebulan kita bisa menghemat sampai 500 ribu per bulan. Jumlah yang lumayan, bukan?

Kekurangan Bekerja Secara Remote

Meskipun bekerja secara remote mempunyai banyak kelebihan, bukan berarti bekerja secara remote selalu menyenangkan. Berikut ini adalah beberapa di antara kekurangan bekerja secara remote menurut pengalaman saya.

Jam Kerja yang Tidak Jelas

Salah satu kekurangan bekerja secara remote adalah jam kerja yang terlalu fleksibel, bahkan cenderung tidak jelas. Akhirnya, tidak jarang kita bekerja secara overtime. Yang sebetulnya bisa membuat kita mendapatkan upah lembur tapi tidak karena kita tidak ngantor. Maka dari itu, buat kalian yang berniat untuk bekerja secara remote, pastikan kalian mempunyai manajemen waktu yang baik.

Tidak Adanya Suasana Kerja

Tidak adanya suasana kerja ini seringkali dialami oleh orang-orang yang bekerja remote dari rumah. Seperti saya. Salah satu masalah bekerja secara remote dari rumah adalah tidak adanya rekan kerja. Yang kemudian menjadikan kerja menjadi kurang “berasa kerja”.

Buat kalian yang sering mengalami masalah semacam ini, solusinya adalah dengan sering-sering main ke kafe atau coworking space. Agar tidak merasa “kesepian” ketika sedang bekerja.

Minimnya Kontrol

Salah satu kekurangan bekerja secara remote adalah minimnya kontrol. Maka dari itu, tidak jarang kalau kemudian banyak yang gagal bekerja secara remote karena merasa tidak ada yang mengawasi akhirnya malah sering menunda-nunda pekerjaan.

Salah satu solusi buat kalian yang bekerja secara remote agar terus menerus merasa diawasi adalah dengan memaksimalkan aplikasi-aplikasi product management seperti Asana, Trello, Slack, dan semacamnya. Pastikan kalian mempunyai target yang jelas setiap hari. Dan yang tidak kalah penting, pastikan kalian selalu melaporkan apa yang kalian kerjakan agar kepercayaan antara kalian dengan rekan kerja kalian tetap terjaga.

Karena komunikasi adalah salah satu kunci faktor utama kesuksesan bekerja secara remote.

Itu tadi beberapa suka duka bekerja remote berdasarkan pengalaman saya setelah bekerja remote selama hampir 1 tahun ini. Daftar ini akan terus diperbarui seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman bekerja secara remote.

Semoga bisa memberikan sedikit gambaran buat kalian yang berminat bekerja secara freelance atau remote.

Ahsan

Man behind @kamuitubeda. Full-time husband and father. Part-time blogger and web developer. For business inquiries, please view my contact page. Thank you.

Leave a Reply

Back to top
%d bloggers like this: